Wed. Oct 23rd, 2019

KELAYAKAN RINTISAN PEMBENTUKAN KAMPUNG LELE DI KABUPATEN PACITAN Tahun 2017

2 min read

Saat ini pengembangan budidaya ikan lele juga mulai dilakukan di Kabupaten Pacitan. Di dalam RPSIDa menyebutkan salah satu strategi dan arah kebijakan adalah mengembangkan produk klaster industri janggelan, agrofarmaka, lele dan pariwisata. Untuk mengetahui bagaimanakah potensi pengembangan budidaya lele di wilayah tersebut maka Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Pacitan mengadakan kegiatan Pengkajian Aktual Kelayakan Rintisan Pembentukan Kampung Lele di Kabupaten Pacitan.

Rumusan masalah dalam pengkajian aktual ini adalah : (a). Bagaimana kondisi kelayakan rintisan pembentukan Kampung Lele di Kabupaten Pacitan?; (b). Apa sajakah faktor pendorong dan penghambat kelayakan rintisan pembentukan kampung lele di Kabupaten Pacitan?; dan (c). Bagaimana alternatif kebijakan pengembangan budidaya ikan lele di  Kabupaten Pacitan?

Pengkajian dilaksanakan di wilayah Desa Tanjungpuro Kecamatan Ngadirojo, serta wilayah Desa Kembang dan Sukoharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan. Pengkajian aktual yang dilaksanakan ini menggunakan metode analisis interaktif. Data dalam pengkajian aktual ini adalah data kualitatif, yaitu data yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimat, serta data  kuantitatif, yaitu data yang berwujud angka-angka.

Analisis budidaya lele di Desa Tanjungpuro yaitu: sebagian besar masyarakat di Tanjungpuro sudah memiliki kolam untuk budidaya lele, masyarakatnya sudah memiliki keahlian budidaya lele, sudah ada warga yang bisa melakukan pembenihan, para pembudidaya lele sudah tergabung dalam Organisasi dan sudah ber Badan Hukum, Pemerintah Desa memberi dukungan untuk pengembangan budidaya lele, kondisi air tanah yang kurang bagus sehingga kurang mendukung untuk budidaya lele, belum memiliki keahlian membuat pakan alternatif dan obat-obatan herbal untuk lele sehingga sangat tergantung pada pakan dan obat-obatan pabrikan, pembenihan belum dapat memenuhi kebutuhan pembudidaya lele secara optimal, masih kurangnya akses pemasaran. Sedangkan analisis budidaya lele di Desa Kembang dan Sukoharjo yaitu : kondisi air tanah yang bagus dan mendukung untuk kegiatan budidaya lele, masyarakat mempunyai kesadaran sendiri untuk membudidayakan lele, adanya bimbingan dari tokoh masyarakat yang sudah ahli dalam pembenihan dan pembudidayaan lele, sudah ada warga yang bisa melakukan pembenihan, sudah mempunyai pengalaman dalam pembuatan pakan alternatif dan obat-obatan herbal untuk lele, lokasi pembudidaya yang relatif dekat dengan pusat kota sehingga memudahkan dalam hal pemasaran, jaringan pemasaran sudah ada khususnya untuk pemasaran dalam kota Pacitan, adanya dukungan dari Pemerintah Desa Sukoharjo dan Desa Kembang dengan menyediakan lahan untuk budidaya lele, belum banyak masyarakat yang melakukan budidaya lele, pembudidaya belum tergabung dalam Organisasi secara resmi.

Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa mengingat di Desa Kembang dan Desa Sukoharjo telah terbentuk kerjasama yang baik dalam hal budidaya lele dan pemasaran produk serta didukung dengan kesadaran masyarakat dan kondisi geografis yang memadai, maka kawasan Desa Kembang dan Sukoharjo lebih layak untuk dijadikan sebagai rintisan Kampung Lele di Kabupaten Pacitan.

Sedangkan saran yang bisa diajukan adalah : (a). Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan membangun rintisan Kampung Lele di kawasan Desa Kembang dan Desa Sukoharjo Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan; dan (b). Pemerintah Desa Kembang dan Sukoharjo mendukung pembangunan rintisan Kampung Lele dan memasukkan kegiatan tersebut ke dalam salah satu prioritas pembangunan desa Kata kunci : rintisan, kampung lele, pacitan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.